Heboh Dikatai Gila Lalu Dipukuli Tetangga, Mekanik Panggilan Lapor Polisi

12-7-2019-Dipukuli-tetangga.jpg

PERCUT SEI TUAN, metro24jam.com – Protes lantaran dirinya disebut gila, Helem Subari (37), warga Jalan Pasar 9, Dusun 4, Gang Madani, Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, malah jadi sasaran pemukulan.

Pria yang bekerja sebagai mekanik panggilan ini, diamuk tetangganya sendiri MP alias Jambrong (40) di warung kopi milik Hasanuddin Harahap (50), di Jalan Sidomulya, Pasar 9, Desa Bandar Klippa, Kamis (11/7/2019) sekitar pukul 15.00 Wib.

Akibat pemukulan itu, wajah Helem pun lebam dan bengkak. Tak terima perlakuan tersebut, dia mengadukan peristiwa itu ke Mapolsek Percut Sei Tuan, Kamis (11/7/2019) malam.

Di kantor polisi Helem bercerita, sebelum dipukuli itu, dia sedang asyik dengan pemilik dan beberapa pengunjung warung kopi Hasanuddin.

Saat itulah, Jambrong pun datang dan langsung nimbrung. “‘Ngapainlah kalian dengarkan cerita orang gila ini’, gitu katanya sambil nunjuk ke arah ku,” tutur Helem mengulangi ucapan dan aksi Jambrong saat itu.

“Langsung ku jawab, ‘Eh…! Mulut mu lah Tulang (paman). Janganlah kayak gitu!’,” ucap Helem menjawab Jambrong saat itu dengan nada sedikit tinggi.

Ternyata, kalimat itu membuat Jambrong naik darah. Pria yang dikenal sebagai pemborong itu lantas menghajar Helem bak kesetanan.

“Bertubi-tubi aku dipukulinya bang, tega kalilah dia. Padahal aku baru jatuh dari kreta aku, kaki ku pun patah. Masa dipukulinya aku macam binatang. Sampai ampun-ampun aku, kepala ku pun tertunduk dan ngucap-ngucap [nama Allah], terus aja dipukulinya aku,” lanjut Helem yang datang ke kantor polisi dengan wajah bengkak sembari berjalan terpincang-pincang.

Melihat itu, pemilik warung dan sejumlah warga di sana langsung menghentikan Jambrong. Tak lama kemudian, emosi Jambrong akhirnya bisa diredakan warga.

“Si Hasanuddin Harahap itulah yang memisah, baru berhenti dia. Itupun dia (Jambrong) ngomong dan ngatain aku entah apa-apa. Malah diancam mau dipukulinya lagi aku, makanya aku lapor ke polisi,” beber Helem.

Lantaran ancaman Jambrong itu pula, Helem mengaku tak berani pulang ke rumahnya hingga malam. Di kantor polisi, dia pun mengaku bingung untuk menghadirkan saksi.

“Pasti semua sudah disuruhnya jangan mau jadi saksi bang. Mereka juga takut dan segan sama si Jambrong itu. Dia orang berduit, aku cuma pekerja serabutan. Aku minta tolong kali lah sama pak polisi supaya laporan ku bisa diproses dan si Jambrong itu ditangkap,” harap Helem sembari menunjukan bukti laporan polisi Nomor: STTLP/1844/VII/2019/SPKT Percut. (asn)