Heboh Dijemput Cewek Tomboy dari Sekolah, Siswi SMP Ini Sudah Sepekan Tak Pulang ke Rumah

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Seorang remaja putri berinisial ASS (15), warga Jalan Huta 1, Pasar lama, Desa Sahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela, dilaporkan sudah tidak pulang ke rumahnya selama sepekan terakhir.

Remaja putri yang kerap disapa Dini itu disebut pergi bersama gadis belia lainnya berinisial AMI (17), yang diketahui beralamat di Simpang Manggis, Nagori Asilom, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, sejak Sabtu (30/11/3019) lalu.

Ayah kandung Dini, Dedy Sinaga (46), yang ditemui Metro24jam.com, Sabtu (7/12/2919) siang mengaku khawatir dengan nasib putrinya yang masih duduk di bangku kelas IX SMP Negeri Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun itu.

Menurut Dedy, putrinya itu diketahui dijemput oleh AMI (17) dari sekolahnya. Sejak itu, anak ketiga dari lima itu tak kunjung kembali ke rumah.

“Saya khawatir karena lihat si AMI itu penampilannya tomboy. Berdandan macam laki-laki,” sebut Dedy kepada Metro24jam.com.

Menurut Dedy, mereka mengenal AMI sejak remaja itu sekolah dengan putrinya di SMP Negeri 1 Serapuh. Namun ternyata, setelah AMI tamat dari SMP, hubungan keduanya berlanjut melalui jejaring media sosial.

“Dia pakaiannya juga rapi, tetapi terkesan tomboy. Pakai sepatu cats tinggi dan alisnya sama make up-nya kayak remaja lainnya,” ucapnya.

AMI menjemput Dini di sekolahnya akhir pekan lalu. Menurut teman Dini di sekolah, AMI mengajak Dini untuk mendaki gunung di kawasan Bukit Barisan.

“Bilangnya mau mendaki bukit, tapi sampai malem dan sampai sekarang anak saya belum pulang juga,” sebut Dedy.

Karena khawatir dengan nasib putrinya, peristiwa itu kemudian dilaporkan Dedy ke Mapolsek Bangun. Dedy pun berharap, polisi segera menemukan putrinya.

Sebab dia khawatir putrinya itu diawa oleh sindikat perdagangan manusia atau human trafficking.

“Bisa saja, dia (AMI) berperan sebagai kaki tangan mucikari yang menjajakan anak di bawah umur kepada pria hidung belang,” kata duda anak lima itu.

Dedy pun berharap kepada warga yang mengetahui keberadaan putrinya agar bisa menghubungi pihak kepolisian terdekat atau Polsek Bangun maupun Polres Simalungun.

Sementara itu, Kapolsek Bangun AKP Banuara Manurung, sampai saat ini belum bersedia menjawab konfirmasi Metro24jam.com melalui pesan WhatsApp. (age)