Heboh Debat dengan Fadli Zon, Jokomania Immanuel Ebenezer Geram dan Skakmat Begini

immanuel-ebenezer-geram-hingga-tunjuk-tunjuk-fadli-zon.jpg

YuKepo ~Ketua Jokomania, Immanuel Ebenezer tampak tunjuk-tunjuk Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat membahas pemotongan anggaran Basarnas.

Hal tersebut terjadi ketika keduanya menjadi narasumber di Talkshow Tv One yang mengangkat tema ‘Gencar Membangun di Negeri Rentan Bencana’.

Di awal perbincangan, acara ini membahas soal program bencana yang akan dilakukan capres dan cawapres masing-masing.

Sebagaimana diketahui, Jokowi akan menambah alat pendeteksian dini untuk menghadapi bencana yang akan terjadi.

Sementara Prabowo Subianto akan membuat kementerian khusus bencana.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menyoroti penanganan bencana yang ada di era Jokowi.

Fadli Zon mengatakan, penanganan bencana saat ini mengalami ketidakprofesionalan.

“Misalnya dalam peringatan dini. Kalau kita misalnya bisa mendeteksi dan punya alat tersebut maka kita bisa mencegah bencana terjadi dan banyak korban. Tapi ini ternyata alatnya tak berfungsi.”

“Malah kita data yang ditemukan, dana untuk Basarnas banyak dipotong diantaranya pemotongan anggaran misalnya kebutuhan pendeteksian dini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap bencana itu lemah. Justru anehnya bukan soal pendektesian dininya tetapi kepada anggaran tanggap daruratnya,” tegas Fadli Zon dilansir TribunJakarta.com pada Kamis (3/1/2019).

Fadli Zon pun memberikan contoh peristiwa dari penjelasan yang ia maksud.

Menurutnya peristiwa tsunami di Selat Sunda itu sebelumnya bukanlah dikatakan sebagai tsunami melainkan hanya gelombang pasang dan tidak ada tanda-tanda.

“Seharusnya kita bisa mendeteksi dengan tanda-tandanya Gunung Anak Krakatau meletus,” ucap Fadli Zon.

“Itu adalah deteksi dini dan belum lagi bicarakan penanganannya di Palu itu lamban,” sambungnya.

Menanggapi pernyataan Fadli Zon, Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer tampak geram.

“Gini Tuan Fadli yang terhormat, anda paham tidak kasus erupsi Banten itu dunia juga tak bisa memprediksinya,” tegas Immanuel Ebenezer.

“Dunia mana nih?” ucap Fadli Zon.

“Siapapun di dunia manapun, Amerika sampai detik ini bahkan punya data dan bilang peristiwa Banten itu tidak bisa diprediksi,” tegas Immanuel Ebenezer.

“Artinya begini, Bung Fadli ini punya persepsi, berubah menjadi baik lah. Sinisme ini bahaya, bung. Bung, ini politisi,” sambungnya.

“Bantah saja data saya,” kata Fadli Zon.

“Kita juga punya data bung, saya bantah sekali dan itu tak ada,” kata Immanuel Ebenzer.

“Yang mana? Soal anggaranya yang dipotong?” papar Fadli Zon.

Immanuel Ebenzer menegaskan, soal anggaran yang dipotong merupakan persoalan teknis dan bukan substansi.

“Anggaran itu persoalan teknis bung bukan substansi,” ungkap Immanuel Ebenzer seraya geram dan tunjuk-tunjuk Fadli Zon.

“Persoalan pemerintah berpihak tidak?” tanya Fadli Zon.

“Tuan yang terhormat ini, anda sadar diri soal persoalan ini,” kata Immanuel Ebenzer masih menunjuk-nunjuk.

“Yang mana?” tanya Fadli Zon.

“Persoalan soal pendeteksian dini saya bantah itu,” ungkap Immanuel Ebenzer.

Immanuel Ebenzer bersikeras agar Fadli Zon menunjukkan data terkait penghapusan anggaran Basarnas yang sempat dikatakannya tersebut.

Fadli Zon pun membacakan terkait data yang dimilikinya.

Kemudian, Immanuel Ebenzer masih tampak emosi dan menanyakan data tersebut tahun berapa.

Fadli Zon tampak bangga menegaskan data tersebut merupakan data terbaru yang ia miliki.

“Data terbaru dong,” ungkap Fadli Zon disambut tepuk tangan satu studio.

“Data yang mana?” tanya Immanuel Ebenzer.

“Anda jangan menyebarkan hoaks. Anda biasa menyebarkan berita bohong dan anda adalah raja bohong,” sambungnya.

Immanuel Ebenzer kemudian diperingatkan agar tidak menyerang personal atau individu dalam kesempatan itu.

Tak terima dikatakan sebagai raja bohong, Fadli Zon menanyakan apa yang dimaksud dengan perkataan raja bohong tersebut.

“Sebentar, saya mau klarifikasi. Apa yang dimaksud raja bohong yang anda katakan? apa? yang mana?” papar Fadli Zon.

Immanuel Ebenzer pun tampak masih emosi dan menuturkan data yang dilontarkan Fadli Zon itu bukanlah yang sebenarnya.

Sebagai informasi, terdapat pemotongan anggaran BMKG dan Basarnas di RUU APBN 2019.

Adanya hal tersebut membuat anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono menilai pemerintah kurang peduli terhadap keselamatan rakyatnya.

Menurut anggota DPR RI dapi Dapil I Surabaya-Sidoarjo ini hal tersebut sangat ironis melihat ancaman bencana di Indonesia cukup besar karena dilalui sabuk vulkanik dan pertemuan empat lempeng tektonik.

“Selain itu Indonesia juga berada di wilayah tropis dengan potensi bencana hidrometeorologi sangat tinggi, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan kekeringan,” lanjutnya.

Selain informasi bencana, jelas Bambang Haryo, fungsi dan tugas BMKG sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi dengan menyajikan informasi cuaca, yang dibutuhkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, transportasi, dan pariwisata.

Tidak dipotong pun menurut Bambang Haryo, anggaran untuk BMKG dan Basarnas saat ini tidak memadai dengan tugas dan tanggung jawab kedua lembaga melihat tantangan yang sebesar itu

“Pemerintah hanya royal anggaran untuk proyek infrastruktur, tetapi untuk menjaga nyawa publik kok pelit. Padahal, satu nyawa publik sekalipun tidak bisa dihargai dengan Rp 2.000 triliun anggaran infrastruktur,” tegasnya.

Sebagai informasi, kebutuhan anggaran BMKG pada 2018 mencapai Rp 2,6 triliun, tetapi hanya disetujui Rp 1,7 triliun. Untuk 2019, BMKG mengajukan anggaran Rp 2,9 triliun, namun pemerintah hanya mengalokasikan Rp 1,7 triliun.

Resource :tribunnews.com