Heboh data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==

DELISERDANG, metro24jam.com – Polresta Deliserdang masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pembakaran rumah Warsito alias Anto Lembu (49), di Dusun V Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, yang terjadi 10 tahun silam, tepatnya Jum’at (29/2/2010) sekira pukul 01.30 Wib.

Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus mengatakan, hingga saat ini sudah 34 saksi diperiksa dalam peristiwa yang mengakibatkan tewasnya bocah perempuan bernama Sasa Billa Anggun Ningtias (10) itu.

“Namun belum ada mengarah kepada terduga pelaku,” kata Kompol M Firdaus didampingi Wakasat Reskrim AKP Alexander Piliang, Kanit Pidum Iptu Panji Nugraha dan Paur Humas Ipda Ricardo Bancin saat memberikan keterangan pers, Sabtu (4/7/2020) siang.

Sat Reskrim Polresta Deliserdang juga sudah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan TKP dan menyita sejumlah barang bukti serta menurunkan satwa/K9 untuk lacak jejak tersangka.

Selain itu, polisi juga telah melakukan tes kebohongan (lie detector test), mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik Cabang Medan serta gelar perkara di Polda Sumut.

“Kepada masyarakat yang mengetahui terduga pelaku pada peristiwa itu, agar melaporkannya ke Polresta Deliserdang dan dipastikan akan ditindaklanjuti,” katanya.

Dari 34 saksi yang sudah diperiksa, lanjut Firdaus, ada satu saksi yang menerangkan tentang terduga pelaku.

“Dalam pasal 185 ayat (2) KUHAP, merupakan kristalisasi asas hukum ‘Unus testis nullus testis’ atau satu saksi bukan saksi. Jadi, saksi itu minimal 2 orang,” jelasnya.

Firdaus mengungkapkan, peristiwa itu terjadi saat pelapor Warsito alias Anto Lembu sedang tidak berada di rumah, sedangkan isterinya Suprawati sedang tidur bersama putri bungsu mereka Bintang Cahaya Ningtias.

Sementara 2 putri mereka lainnya, Dara Ayu Ningtias alias Ayu dan Sasa Billa Anggun Ningtias alias Dedek tidur di ruang tengah sambil menonton TV, sedangkan Citra Arum Ningtias tidur di kamar

“Diperkirakan, pelaku terlebih dulu memecahkan kaca jendela samping kiri rumah korban dan kemudian melemparkan ke dua buah botol besar warna hijau berisi bensin dan pada bagian ujungnya diberi sumbu yang terbuat dari kain (molotov),” katanya.

Pelemparan molotov itu akhirnya mengakibatkan kebakaran besar dan mengakibatkan Dara Ayu Ningtias alias Ayu dan Citra Arum Ningtias dan Sasa Billa Anggun Ningtias alias Dedek mengalami luka bakar.

Pada 27 Februari 2010 sekira pukul 21.00 Wib, Sasa alias Dedek meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Dr Pirngadi Medan. (Fan)