Heboh Curi Uang Rp75 dari SPBU, 2 Pemuda Tanjung Morawa Diringkus Polisi

DELISERDANG, metro24jam.com – Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang berhail meringkus 2 pelaku pencurian uang milik SPBU, Senin (19/7/2021), sekira pukul 21.00 Wib. 

Kapolsek AKP Sawangin SH melalui Kanit Reskrim Iptu OJ Samosir SH menjelaskan, keduanya adalah Fernanda Ramadhan (24) dan MRP (15)–masing-masing warga Dusun III, Gang Banten, Desa Buntu Bedimbar dan Dusun I, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang.

Pencurian tersebut dilakukan di areal perkantoran SPBU  PT Sam Utama Energi, Jalan Sultan Serdang, Desa Buntu Bedimbar, Senin (19/7/2021) sekira pukul 03.13 Wib.

Dari aksinya, kedua pemuda tersebut berhasil menggasak uang tunai Rp75.000.000 hasil penjualan minyak di SPBU.

“Setelah pihak SPBU membuat laporan pengaduan ke Polsek Tanjung Morawa, Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa pelaku bernama Fernando Ramadhan,” kata Samosir kepada awak media, Selasa (20/7/2021).

Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Fernando Ramadhan di Jalan Limau Manis, Desa Limau Manis, Tanjung Morawa.

Saat diinterogasi, Fernando mengakui perbuatannya mencuri milik SPBU PT Sam Utama Energi bersama MRP.

Polisi kemudian petugas melakukan pengembangan dan menangkap MRP. Kepada petugas, remaja tersebut mengakui perbuatannya mencuri uang milik SPBU PT Sam Utama Energi dan sepedamotor yang digunakan adalah milik SD.

Uang curian itu kemudian dibagikan kepada Surya Darma sebesar Rp700.000.

“Dari pelaku Fernanda Ramadhan dan MRP diamankan barang bukti satu unit sepedamotor Honda Scoopy, BK 5853 MBC, berikut BPKB dan STNK, satu unit HP merek OPPO A16, cincin emas belah rotan seberat 2 gram yang telah dibeli pelaku, uang tunai  sebesar Rp2.472.000 yang merupakan sisa uang pencurian, satu unit sepeda motor beat warna merah BK 3682 MAO, uang tunai Rp650.000,” urai Samosir.

Sementara itu, saat SD diinterogasi polisi, ia mengaku tidak mengetahui jika sepedamotornya dipinjam untuk melakukan pencurian. (*)