Heboh Bisnis Trading Saham Rugi Lebih Rp63 M, Anggota DPRD Siantar Jebloskan Menantu ke Penjara

SIANTAR, metro24jam.com – Anggota DPRD Kota Pematang Siantar FS (52), terpaksa menjebloskan menantunya sendiri Kristofer Simanjuntak (34) ke balik jeruji besi.

Politisi PDI-Perjuangan yang beralamat di Jalan Pesantren, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba ini merasa kesal lantaran telah ditipu oleh menantunya sehingga mengalami kerugian lebih dari Rp63 miliar.

Peristiwa berawal pada Juni 2017 silam. Saat itu Kristofer mengajak mertuanya bergabung bisnis trading saham dengan iming-iming keuntungan 10-12 persen setiap bulan dari modal.

Merasa yakin, FS kemudian menyerahkan modal Rp1.000.000.000 kepada Kristofer dengan janji keuntungan 12 persen.

Selanjutnya, pada tahun 2018, FS kembali menambah modal sebesar Rp2,6 miliar dengan janji keuntungan 10 persen setiap bulannya.

Tahun 2019 silam, FS kembali lagi menambah modal senilai Rp16,8 miliar dengan dijanjikan keuntungan 10 persen setiap bulan. Kemudian pada tahun 2020 silam, FS kembali memberikan uang senilai Rp34,810 milyard kepada Kristofer.

Terakhir FS menyerahkan uang senilai Rp8,655 miliar kepada Kristofer untuk penambahan modal, sehingga total keseluruhan uang yang telah diberikan senilai Rp63,865 miliar.

Namun, terhitung Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, Kristofer sendiri tidak ada memberikan keuntungan yang dijanjikan kepada FS. Ia pun merasa curiga.

Apalagi, pada Rabu (6/1/2021) lalu, Kristofer diduga telah membuat rekayasa seolah-olah ia mengalami hipnotis yang mengakibatkan uang yang telah diserahkan FS kepadanya telah diambil orang lain.

Namun dalam proses kejadian yang dialami, Kristofer tidak bersedia menindaklanjuti dan malahan mencabut laporan pengaduannya dari Polres Pematang Siantar.

FS juga berkeyakinan bahwa kejadian hipnotis hanya rekayasa dari Kristofer untuk menghindari pertanggung jawaban. Hal ini dikuatkan keterangan Kristofer, Senin (24/5/202) lalu, saat ia diundang datang ke rumah FS.

Disaksikan Timotius Situmorang, kejadian hipnotis diakui Kristofer sama sekali tidak benar dan sejak tahun 2018 silam, bisnis trading saham sudah tidak fokus dari modal keuntungan yang diberikan.

Atas dasar itu, FS merasa telah tertipu lalu melaporkan menantunya Kristofer yang berdomisili tinggal di Jalan Sei Alas, Kelurahan Babura Sunggal, Kota Medan ini, kepada pihak yang berwajib.

KBO Sat Reskrim, Iptu Sutari, membenarkan tersangkanya Kristofer telah dipanggil ke Mapolres Pematang Siantar sejak Selasa (25/7/2021) kemarin.

“Dia nggak ditangkap, cuma dilakukan pemanggilan saja kemarin itu. Setelah diperiksa dan cukup bukti, maka dilakukan penahanan terhadap tersangka,” kata Iptu Sutari, lewat sambungan telepon, Kamis (29/7/2021) sekira jam 11.00 Wib. (*)