Heboh Biaya Operasional Razia Pekat Dinas Sosial Minim, Kabid: Aku Jadi ‘Manombok’

20190515070847-bok.jpg

Siantar, hetanews.com – Demi kenyamanan suasana bulan suci Ramadhan, dilaksanakan razia penyakit masyarakat (Pekat) oleh Pemko Siantar melalui Dinas Sosial.

Pelaksanaan razia ini, kekurangan biaya operasional, sehingga tak sanggup melaksanakan razia selama bulan puasa.

Dinas Sosial, dibantu beberapa personil Kepolisian Polres Siantar dan Polisi Militer Denpom I/I Pematangsiantar, melakukan razia pekat, menyasar tempat-tempat hiburan malam dan kos-kosan, di Kota Siantar.

Petugas Dinas Sosial yang bertugas melakukan razia pekat di bulan Ramadhan ini adalah Tagana. Tagana suatu organisasi sosial yang bergerak dalam berbasiskan masyarakat, di bawah Dinas Sosial Kota Siantar.

"Ada Tagana kita, jadi kita manfaatkan Tagana dan relawan TKSK (Pekat). Kemudian kita dibantu personil Kepolisian dan PM,"ungkap Kabid Sosial, R Sinaga, Rabu (15/5/2019).

Ia mengatakan, razia pekat ini sudah dilakukan untuk pertama kali. Berlangsung  di minggu kedua bulan Mei 2019. Dari razia tersebut, diamankan beberapa orang yang bukan pasangan suami istri dari kamar penginapan.

"Kita bawa ke kantor, baru kita kasih pembinaan kepada mereka,"ungkapnya.

Kegiatan razia pekat ini mengalami kendala karena biaya yang dianggarkan untuk kegiatan tersebut sangat minim.

R Sinaga, selaku Kabid Sosial yang terjun langsung dalam kegiatan ini, mengaku harus merogoh uang sakunya untuk biaya tambahan selama kegiatan tersebut berlangsung.

"Karena Tagana sama TKSK-nya kita pakai tenaganya. Tapi kita undang Polres sama Denpom. Anggaranya, aduh, nanti kalau ku kasih tau ketawa kalian. Aku manombok (menutupi biaya kekurangan) lah, dari pada gak kita laksanakan, ngeri pak," katanya.

Ia juga mengatakan, kegiatan razia pekat ini berlangsung sampai pukul 04.00 WIB pagi.

"Sampai jam empat lah, tersiksa, pas bulan puasa, ada yang gak sempat saur lah dan segala macam. Jadi uda bisa bapak – bapak bantu kan, cemana supaya pemerintah kita ini memperhatikannya," ungkapnya.

Ia mengakui, bahwa pihaknya tidak sanggup melakukan razia pekat selama bulan suci Ramadhan, karena anggaran untuk operasional razian tidak mencukupi.

"Mana sanggup kita, bisanya kita sanggup kalau ada anggaranya. Bisa kita ganti – ganti orangnya (Kalau ada yang capek). Karena kita soal anggaran kan," sambung Kadis Sosial, Pariaman Silaen menimpali.

Dalam razia pekat ini, personil Polres Siantar dan personil Polisi Militer Datasmen I/I Pematangsiantar yang ikut ditugaskan membantu Tagana Dinas Sosial tidak dibiayai operasionalnya.

Razia pekat ini sengaja dilakukan secara diam – diam untuk menghindari bocornya informasi ke publik.