Heboh Belum Lama Selesai Sudah Kupak-kapik, Rabat Beton di Dolok Malela Diduga Dikerjakan Asal Jadi

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Sejumlah warga di Huta III, Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, mengaku kecewa proyek pengerjaan rabat beton di kampung mereka.

Proyek yang baru saja selesai tersebut, saat ini terlihat sudah kupak-kapik, bahkan berlubang. Warga pun menduga, pengerjaan proyek itu hanya asal jadi dan diduga tidak mengikuti spesifikasi teknik maupun Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, proyek itu dikerjakan dengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Nagori Dolok Malela, tahun 2018/2019.

Salah seorang warga Gajing Jaya, Huta III Angori, Dolok Malela mengatakan, sama dengan banyak proyek rabat beton lainnya, mereka tidak mengetahui berapa anggaran dari proyek tersebut.

“Nggak ada RAB rabat beton ini. Nggak pernah dicantumkan di Papan Monografi kantor desa,” katanya saat ditemui di lokasi pembangunan rabat beton, Sabtu (15/2/2020) siang.

Warga menduga, ada penyelewengan atau mark-up serta pengurangan material untuk pembanguan rabat beton di Huta III ini.

“Kelihatannya, proyek ini seperti sudah dikerjakan bertahun-tahun, padahal masih baru. Saya tau persis, karena setiap hari saya lalui jalan ini,” ungkap pria yang minta namanya tidak ditulis itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa material yang digunakan diduga kuat tidak sesuai standar beton.

“Jadi kalau soal mutu sudah pasti tidak bisa dijamin. Masalahnya, material seperti pasir serta kerikilnya bercampur tanah mereka beli dari pengusaha serpihan batu mati di pinggiran sungai,” bebernya lagi.

Pantauan di lokasi, kondisi jalan yang telah dikerjakan memang terlihat jauh dari spesifikasi standar spesifikasi beton. Bagian atas rabat beton terkesan sangat terkelupas ketika digesek.

“Ini sudah sangat jelas merugikan, baik itu dari segi manfaatnya untuk masyarakat apalagi menyangkut keuangan negara. Tidak tertutup kemungkinan adanya dugaan keterlibatan dari pihak-pihak terkait di Badan Pemerintah Desa untuk memuluskan proses administrasi proyek ini,” ketusnya.

Dia pun berharap kepada pemerintah pusat untuk meninjau ulang dan menunda menggelontorkan Dana Desa ke Nagori Dolok Malela.

Terpisah, Gamot (Kadus) Huta III Dolok Malela, Paiman, ketika ditemui di rumahnya mengaku tidak dapat memberikan keterangan terkait proyek Dana Desa dan ADD.

“Saya tidak tau pak, kan ada TPK. Tanyakan TPK-nya saja Pak atau langsung pangulu. Kami Kadus tidak ada dilibatkan dalam kebijakan dan pengelolahan anggaran, kami hanya sebatas usulan di dusun,” katanya.

Sementara itu, Pangulu Nagori Dolok Malela Surya belum dapat dikonfirmasi. Saat akan ditemui di kantornya, perangkat desa yang belum lama dilantik Bupati Simalungun itu tidak berada di kantornya, meski masih pada jam kerja.

Sedangkan Camat Gunung Malela Andi S Pasaribu, belum bersedia memberikan keterangan banyak terkait persoalan keluhan warga Nagori Dolok Malela tersebut.

“Nanti saya sampaikan kepada pangulunya. Saya juga masih baru ini,” katanya. (age)