Heboh Begini Kronologi Terbakarnya Rumah Personil Poldasu, Istri Korban Mengaku Bermimpi

20190611035926-aaa.jpg

Siantar, hetanews.com – Satu unit rumah milik AKP Manaek Ritonga, di Jalan Pangad III no 6, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, hangus dilahap sijago merah, Selasa (11/6/2019), sekira pukul pukul 03.20 WIB.

Saat kebakaran berlangsung, mantan Kasat Narkoba Polres Simalungun yang kini bertugas di Polda Sumut itu, tidak berada di rumah dan hanya keluarga yang berada di rumah tersrbut.

Menurut keterangan istri Manaek Ritonga, Tuwani L Tobing (34) mengatakan, setelah kebakaran, dirinya langsung menghubungi suaminya yang bertugas di Polda Sumut.

Untuk memadam api yang membakar rumahnya, Tuwani, dibantu warga setempat dan tak lama kemudian petugas pemadam kebakaran tiba

"Aku gak tahu mau telepon siapa. Jadi kutelpon lah suamiku. Kalau dia kan bisa ditelpon kemana aja, ditelpon lah pemadam kebakaran.

Meminta bantuan warga dengan cara berlari dan menjerit,"katanya saat ditemui, di lokasi kejadian.

"Mimpi aku hujan batu. Kudengar suara bunyi ketak-ketak gitu, rupanya pas keluar dari kamar, sudah putih semua asap," ujarnya seraya menyampaikan, suara yang didengarnya bersumber dari lampu hias kristal, di ruang tamu yang berjatuhan ke meja kaca.

Selain itu, Tuwani juga menyampaikan, mengalami luka sobek di bagian kaki sebelah kanannya. "Ya udahlah, yang penting anak-anakku selamat," ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Siantar Martoba, Iptu Resbon Gultom kepada hetanews.com, menyampaikan, awal mula terbakarnya rumah AKP Manaek Ritonga, terjadi sekira pukul.03.00 WIB.

"Saat kejadian, Tuwani ( pemilik rumah) sedang tidur di dalam kamar bersama anak-anaknya, kemudian terbangun melihat atas flafon seperti ada hujan batu dan keluar kamar melihat api di ruang tamu," ujar Kapolsek.

Tak hanya itu, dikatakan Resbon kembali, saat mengetahui rumahnya terbakar, pemilik rumah berusaha menyelamatkan anak-anaknya keluar rumah dan menjerit minta tolong warga tetangga.

"Pemadam kebakaran Pemko Pematangsiantar datang sekira pukul 03.30 WIB, sebanyak tiga unit dan sekira pukul 04.30 WIB, api dapat dipadamkan oleh pihak pemadam. Diduga asal api akibat korsleting (hubungan arus pendek). Ditaksir kerugian materil mencapai Rp 400 juta," pungkas Resbon.

Sekadar diketahui, amatan hetanews.com, di lokasi kejadian, tampak beberapa pemuda keluar dari dalam rumah mengangkat puing-puing prabot dari dalam yang terbakar.

Di luar rumah, terpasang garis polisi (police line) yang dipasang oleh petugas kepolisian yang melakukan olah TKP.