Heboh Bayar Premi Rp125 Juta, Hasin Jingga Kecewa Pelayanan Asuransi Generali

20190515062514-20190510-162638.jpg

Siantar, hetanews.com – Hasin Jingga (57), seorang nasabah mengaku kecewa terhadap pelayanan asuransi yang diikutinya meski telah melunasi premi senilai ratusan juta. Menurutnya, pelayanan yang ditawarkan tak sesuai setelah menjadi nasabah.

Warga Jalan Sutomo, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat itu, mengaku resmi menjadi nasabah asuransi Generali pada 2018 setelah ditawarkan oleh agen asuransi, Daslan Marpaung.

“Masuknya (asuransi) di tahun lalu. Agen bilang preminya Rp 125 juta per tahun, dengan pembayaran dua kali. Saya setuju dan itu sudah dilunasi semua,” katanya kepada hetanews, Jumat (10/5/2019).

Premi sebesar itu lanjut Hasin untuk memberi perlindungan biaya perobatan sebagaimana ditawarkan oleh agen Daslan. Namun berjalannya waktu, janji-janji agen sewaktu menawarkan berbeda dengan aslinya.

“Ketika menawarkan ke saya, dia semua janjikan, termasuk berobat ke luar negeri. Kalau keadaan darurat mereka pakai Helikopter antar saya, cukup tunjukkan kartu ini langsung ditangani rumah sakit.

Terus tiba-tiba jenis asuransi saya ini berubah jadi semacam investasi, padahal saya masuk untuk perobatan. Ya saya gak mau lah, lain dijanjikan lain dengan aslinya. Untuk check up aja susah, buat apa investasi padahal saya gak minta,” ujarnya.

Hasin mengaku kecewa dengan PT Generali Indonesia lantaran agen sewaktu menawarkan berbeda ketika polis asuransi terbit. Diakhir, ia mengakui perwakilan asuransi mendatanginya terkait kekecewaannya, akan tetapi hingga saat ini belum membuahkan solusi.

Sementara itu, Daslan Marpaung dikonfirmasi menyanggah pernyataan Hasin. Ia mengaku tak ada pelarangan buat perobatan termasuk check-up . Ia mengatakan tak ada melanggar perjanjian dalam polis.

“Gak bisa check-up dibilang itu gak benar. Kemudian soal investasi itu kalau beliau gak mau ya bagus. Investasi itu ada, jangan dibilang gak ada. Jadi gak hanya proteksi aja. Itu premi memang Rp125 juta dan kami agen gak ada pegang uang itu, nasabah yang langsung bayar ke Generali. Kalau gak percaya bisa cek langsung ke Generali,” ujar Daslan.