Heboh Bawa 9 Kilogram Sabu untuk Pemesan di Medan, 2 Kurir Asal Aceh Ditangkap

14-3-2019-Kurir-Sabu-Aceh.jpg

MEDAN, metro24jam.com – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil menggagalkan peredaran 9 kilogram sabu-sabu di Kota Medan. Polisi juga meringkus dua kurir asal Aceh yang membawa narkoba tersebut.

Keduanya, masing-masing AY (32), disergap polisi di Jalan Kapten Sumarsono, Medan Helvetia, Selasa (5/3/2019) dan ZR (27), warga Pidie, Aceh Jaya, diamankan di loket bus Sempati Star, Jalan Asrama, Medan Helvetia.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto membeberkan kronologis pengungkapan itu kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, didampingi Kasat narkoba AKBP Raphael Priambodo, Kamis (14/3/2019).

Keberhasilan pengungkapan ini, kata Dadang, tak terlepas dari peran masyarakat yang menyebutkan kedua tersangka ini akan mengedarkan sabu dalam jumlah banyak.

Petugas yang tidak ingin kecolongan langsung melakukan penyelidikan di lokasi yang disebutkan, yaitu Jalan Kapten Sumarsono dan loket Bus Sempati Star.

Polisi bergerak dengan sipil yang sudah melakukan pengintaian berhasil meringkus tersangka AY. Dari penggeledahan terhadap AY ditemukan koper berisi 8 bungkus plastik berisi sabu seberat 8 kg dan 1 timbangan elektrik.

Kepada petugas, AY mengaku bahwa pemilik barang tersebut adalah MD (DPO) yang dikirim dari Aceh yang diantar oleh AK (DPO). AY yang berperan sebagai kurir dan penjaga sabu tersebut dijanjikan upah sebesar Rp50 juta.

Selanjutnya pada Senin (11/3/2019) sekira jam 23.00 Wib, personel Satres Narkoba Polrestabes Medan kembali mendapat informasi bahwa akan ada sabu tiba di loket Sempati Star.

Petugas segera melakukan pengintaian dan penyelidikan dan berhasil mengamankan ZR (27), warga Dusun Ulim Baroh Pidie Jaya. Dari pria itu ditemukan 1 kilo sabu dibungkus lakban warna hitam dan dimasukkan dalam tas ransel.

“ZR yang mengaku disuruh H (DPO) dan kedua tersangka ini merupakan kurir atau pengantar barang untuk pemesan yang ada di Kota Medan. Saat ini pemesan barang haram itu masih diburu petugas Polrestabes Medan,” ujarnya.

Untuk itu, Dadang sangat berharap partisipasi masyarkat dalam pemberantasan narkoba yang sangat jelas merusak mental generasi bangsa.

“Petugas juga tidak segan memberikan tindakan tegas kepada pengedar yang sudah merusak mental masyarakat Kota Medan,” tandasnya. (asn)