Heboh Bantuan Gagal Diterima, Kaum Disabilitas Samosir Kecewa Terhadap Kabid Perlindungan Sosial Dinsos

14-3-2019-Sonder-Nadeak.jpg

SAMOSIR, metro24jam.com – Komunitas Disabilitas di Samosir merasa kecewa setelah 20 penyandang disabilitas produktif di Kabupaten Samosir untuk mendapat bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebesar Rp 2 juta/orang pupus.

Dana yang ditampung dalam Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) pada Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Tahun Anggaran 2018 akhirnya dinyatakan tidak dapat diterima mereka.

Sonder Nadeak (45), salah seorang penyandang disabilitas produktif yang terdaftar sebagai penerima, menyatakan kekecewaanya terhadap fasilitator kegiatan, dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Samosir.

“Saya tidak terima atas perkataan Boru Purba (Kabid Perlindungan Sosial Dinsos Samosir, Jenny Purba). Kami didesak mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), tapi bantuan yang dijanjikan tidak ada sampai sekarang. Seolah kami diperalat,” kesal Sonder Nadeak kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Sonder yang memiliki usaha jahit pakaian di kampungnya Lontung, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo menjelaskan, bantuan dimaksud sebelumnya dijanjikan cair pada bulan Desember 2018 lalu. Namun, sampai saat ini tidak ada realisasi dan bahkan tidak ada jawaban resmi kepada mereka para penerima dari dinas terkait.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada Jenny Purba selaku Kabid Perlindungan Sosial Dinsos Kabupaten Samosir, dia menyampaikan, pihaknya sudah berupaya untuk memperjelas bantuan dimaksud.

Kegagalan itu, dikatakan Jenny, karena ada kelalaian pada Bendahara Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, sehingga uang bantuan UEP itu akhirnya dikembalikan ke kas negara.

“Sudah kami surati dua kali. Dan minggu lalu saya sudah pergi ke Medan, sudah saya berikan langsung suratnya, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ujar Jenny.

Jenny berkilah, gagalnya penyaluran bantuan kepada 20 peserta penerima itu merupakan kelalaian Bendahara Dinas Sosial Provinsi Sumatra Utara, bukan kelalaian Pejabat Pembuat Komitmen.

Bendahara, menurut Jenny, tidak menyetorkan uang itu ke bank untuk dimasukkan ke rekening masing-masing penerima. Sehingga uang yang semestinya diberikan kepada para penerima, sudah dimasukkan ke Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) oleh Bendahara dan dikembalikan ke kas negara.

Lebih lanjut, Jenny menegaskan, pihaknya sebenarnya sudah memastikan bantuan itu akan dicairkan kepada penerima. Pasalnya Desember lalu Dinas Sosial Kabupaten Samosir sudah memberangkatkan salah satu peserta penyandang disabilitas untuk menerima bantuan dimaksud yang akan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Edy Rahmayadi.

“Yang lebih ngerinya, sampai diberangkatkan Pak Kadis lah salah satu yang cacat ke Medan. Diberangkatkan lah salah satu yang cacat marga Simbolon naik mobil Rescue ke Medan untuk menerima secara simbolis oleh Bapak Gubernur Sumatra Utara,” ucap Jenny.

Jenny mengaku, pihaknya pun tidak menduga bantuan itu bakal gagal dicairkan kepada para penerima.

Bantuan serupa pada TA 2018, menurut Jenny, hanya didapatkan oleh 2 kabupaten se-Provinsi Sumatra Utara, salah satunya adalah Samosir.

Dan atas kegagalan itu, dia pun mengaku sedih dan bersalah kepada seluruh peserta, walau sebenarnya mereka hanya sebatas fasilitator kegiatan dari Dinas Sosial Kabupaten Samosir.

“Padahal sudah kita fasilitas semua untuk membuka rekening mereka penerima (penyandang disabilitas produktif),” ungkap Jenny. (ft)