Heboh Babak Belur Dimassa Lantaran Dituduh Mencuri HP, Keluarga Lapor Polisi

10-7-2019-Dituduh-mencuri.jpg

TANJUNGBALAI, metro24jam.com – Sluka akibat sayatan benda tajam di wajahnya, Rabu (10/7/2019) dinihari.

Pria beralamat di Jalan DTM Abdullah, Gang Zamrud, Lingkungan III, Kelurahan TB Kota III, itu diamuk massa lantaran dituduh mencuri handphone dari salah satu rumah warga, Selasa (9/7/2019) malam sekira pukul 23.00 Wib.

Suasana pun sempat heboh di kawasan itu. Pasalnya, personel Polsek Sei Tualang Raso harus dibantu tim dari Mapolres Tanjungbalai untuk meredam amuk massa di sana.

Peristiwa itu saat ini ditangani Polsek Sei Tualang Raso. Keluarga MR yang tak senang dengan perlakuan warga tersebut telah membuat pengaduan resmi ke Polsek Sei Tualang Raso.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai membenarkan adanya insiden tersebut.

Peristiwa berawal ketika MR masuk ke rumah seorang wanita berinisial MS yang di Jalan Sei Lasolo, Lingkungan II, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai.

Saat itu pemilik MS sedang tiduran di dalam rumah sambil menunggu anaknya RZ dan pintu rumah dalam kondisi setengah terbuka.

Tak lama di sana, MR pun keluar kembali. Namun, saat keluar itu, dia berpapasan dengan RZ–anak MS yang baru pulang dari bermain.

“Melihat ada pria tak dikenal keluar dari rumahnya, RZ menanyakan kepada ibunya, siapa tamu yang datang ke rumah mereka. Lalu, ibunya mengatakan tidak ada tamu yang datang,” sebut Irfan dalam keterangannya, Rabu (10/7/2019).

RZ pun langsung melihat HP yang sebelumnya dicharge di dalam rumah. Ternyata, HP tersebut sudah tidak ada. Spontan, pemuda itu berlari keluar rumah dan berteriak maling ke arah MR.

Teriakan itu pun spontan direspon warga sekitar dan langsung mengepung MR. Begitu tertangkap, mereka langsung menghakimi MS hingga babak-belur.

Tak tahan diamuk massa, MS pun berusaha melarikan diri. Namun, warga terus mengejar dan terus berlanjut hingga ke kawasan Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Pasar Baru.

Sementara itu, personel Polsek Sei Tulang Raso yang mendapat informasi adanya warga diamuk massa segera tiba dengan mobil patroli. Namun, kedatangan polisi tak menghentikan aksi massa dan terus MR.

Alhasil, personel Polsek Sei Tualang Raso meminta bantuan dari Polres Tanjungbalai.

Setelah petugas dari Mapolres Tanjungbalai tiba di lokasi, MR akhirnya berhasil diamankan dan langsung ke RSUD Tanjungbalai untuk mendapat perawatan.

Akibat aksi main hakim sendiri itu, MR mengalami luka cukup serius di atas bibir sebelah kanan, di pelipis kanan, kening dan kepala bagian belakang. Beberapa batang gigi atas dan bawah juga goyang.

Kepada petugas, MR menyangkal bahwa dia telah mencuri HP. Dia mengaku mendatangi rumah tersebut karena dalam pikirannya, lokasi tersebut adalah warung.

Namun setelah menyadari bahwa rumah tersebut tidak ada lagi warung, dia pun langsung keluar dan saat itulah berpapasan dengan anak pemilik rumah.

“Memang sebelumnya rumah tersebut adalah warung. Tapi sudah setahun belakangan tutup sejak kematian suami pemilik rumah,” ungkap AKBP Irfan Rifai.

Menindaklanjuti laporan orangtua MR ke Polsek Sei Tualang Raso, polisi langsung melakukan penyelidikan.

Polisi juga tidak menemukan barang bukti handphone yang disebut telah dicuri, seperti dituduhkan kepada MR.

AKBP Irfan Rifai juga menyesalkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga.

“Apabila ada kejadian seperti ini, seharusnya warga menyerahkannya kepada pihak kepolisian dan bukan main hakim sendiri. Jika tidak terbukti orang yang kita sangkakan sebagai pelaku, kan perbuatan zalim itu namanya menganiaya orang yang tidak bersalah,” pungkasnya. (Eko)