Heboh Ambil Tas Jatuh Gagal Dirampok, 2 Pria Ini Sempat Dikerumuni Warga, TKP: Jalan Binjai KM 12

22-8-2019-Terduga-jambret.jpg

SUNGGAL, metro24jam.com – Dua pria ini sempat menjadi bulan-bulanan warga di Jalan Binjai KM 12, persis di samping Rumah Makan Keraton, Kamis (22/8/2019) sekira pukul 12.00 Wib.

Pemuda yang belum diketahui identitasnya itu diduga anggota komplotan jambret yang baru saja beraksi. Pasalnya, sebelum mereka diamankan warga, Jumaisah–warga Stabat–nyaris kehilangan tas akibat dirampas dua pria yang mengendarai sepedamotor Yamaha Vixion.

“Katanya jambret bang,” ujar warga di sana.

Menurut Jumaisah, tasnya dirampas saat dia berada di dalam mobil Kijang Kapsul yang ditumpanginya. Namun, ketika terjadi tarik menarik dengan pelaku, tas itu putus dan terjatuh ke jalan.

“Aku dari Stabat bang, mau ke Bandara. Tadi yang narik tas aku naik Vixion. Terus tas aku putus, lalu dua orang ini ngambil tas aku dan mau lari,” jelas wanita yang diperkirakan berusia 28 tahun itu. .

Mengetahui tas penumpangnya terjatuh, pengemudi mobil yang merupakan kerabat Jumaisah menghentikan kendaraannya. Pria berbadan tegap itu pun menghampiri kedua pria yang mengendarai Honda Beat BK 6819 AGR.

“Kalian komplotan mereka kan?” sergah pria berbadan tegap dan berjenggot itu kepada keduanya.

Keduanya langsung menyanggah dan mengaku berupaya mengembalikan tas milik Jumaisah.

“Nggak bang, kalau kami mau ngambil, udah belok kami. Ini banyak gang-gang kecil,” ucap salah seorang dari kedua pria itu.

Warga yang melihat kejadian itu pun ramai di lokasi. Jalanan sempat macet akibat peristiwa itu. Pria berbadan tegap yang diduga tidak tahan menahan emosi pun sempat menghakimi kedua pria tersebut.

Tak pelak, beberapa warga yang melihat itu ikut nimbrung sesekali melayangkan pukulan.

“Kalau kalian bukan komplotan mereka, kok mau lari kalian bawa tas itu. Aku hambat mobil ku untuk berhentikan kalian, malah kalian motong mau kabur,” bentaknya lagi.

Beberapa kali mendapat pukulan, kedua pria tersebut pun mengaku salah atas tindakannya mengemudi. Meski begitu, keduanya tetap bersikukuh bahwa mereka hanya berniat memulangkan tas milik Jumaisah.

“Ya udah bang kalau kami salah, kami minta maaf. Tapi tas itu memang mau kami pulangkan. Bukan mau kami larikan,” sebut salah seorang dari kedua pria itu sembari memelas.

Warga yang menyaksikan itu pun tersulut emosi. Beberapa warga terdengar berteriak agar keduanya dibawa ke Polsek Sunggal untuk diproses lebih lanjut.

“Bawa aja ke Polsek. Telpon polisi.. telpon polisi,” teriak beberapa warga di lokasi.

Beruntung, pria berbadan tegap tersebut memilih melanjutkan perjalanannya ke Bandara. Sementara kedua pria tersebut meminta maaf kepada Jumaisah dan pergi meninggalkan lokasi.

“Kami minta maaf ya kak kalau salah. Tas itu memang mau kami kembalikan,” ujar mereka.

Jumaisah kemudian memaafkan sambil menasihati keduanya. “Jangan kalian buat lagi gitu ya. Soalnya kalian udah kelihatan mengikuti kereta Vixion itu dari belakang. Ya udah saya maafkan. Jangan kalian buat lagi!” ucap wanita yang mengenakan jilbab coklat itu sembari berlalu meninggalkan lokasi. (adi)