Heboh Adik Wali Kota Siantar Jalani Hukuman Penjara, Zainal Siahaan: Biar Diproses Atasannya

20190111093648-asah.jpg

Siantar,hetanews.com – Zainal Siahaan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Siantar, mengaku belum menerima sepucuk surat pun mengenai status terpidana adik Wali Kota Siantar, Adriansyah (36).

Zainal juga mengaku tidak menerima hasil keputusan pengadilan atas adik Wali Kota tersebut. Demikian juga dengan status PNS Adriansyah, di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Adriansyah berstatus PNS, di Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Siantar. Adik Wali Kota, Hefriansyah ini, sedang menjalani hukuman penjara atas kepemilikan Narkotika.

Dengan menjalani hukuman tersebut, Ardiansyah tidak masuk kerja di kedinasaan itu, sejak diciduk polisi bersama rekanya yang juga PNS, Zulkifli Hutagalung, pada 16 Maret 2018, lalu. 

"Sampai saat ini belum ada sama kita (surat putusan pengadilan), belum ada, yang gak tau OPD-nya lah,"ungkapnya saat ditemui di Balaikota, Jumat (11/1/2019).

Dengan itu, disinyalir Adriansyah tidak masuk diantara PNS yang diberhentikan tersebut. Disinggung, apakah Adriansyah akan diberhentikan dari PNS setelah menjalani hukuman penjara, Zainal Siahaan mengatakan lihat kesalahannya

"Jadi nanti ya dilihat ya kesalahannya apanya, nanti lah diproses atasannya langsung," ungkapnya.

Sebanyak 12 PNS Pemko Siantar diberhentikan. 6 PNS diantaranya diberhentikan secara tidak hormat dan 6 PNS lagi diberhentikan dengan hormat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Siantar Zainal Siahaan, disinggung mengenai alasan pemberhentian dengan hormat kepada 6 PNS tersebut, tidak memberi penjelasan rinci.

Ditanya lebih lanjut, apakah salah satu penilaian adalah ketidakhadiran oleh oknum PNS tersebut, Zainal juga enggan memberikan penjelasan. Zainal Siahaan juga tidak menyebutkan 12 nama PNS tersebut. 

Seperti yang diketahui, Ardiansyah diciduk Polisi Resor Simalungun dengan sejumlah barang bukti sabu dan alat isap sabu, di Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Ariansyah divonis hanya satu tahun penjara oleh majelis hakim, Lisfer Berutu, di Pengadilan Negeri Simalungun.