Heboh 5 Tersangka Pembakar Rumah Wartawan di Siantar Berikut Dalangnya Ditangkap, 2 Lagi Buron

SIANTAR, metro24jam.com – Polres Siantar mengungkap kasus pembakaran kediaman wartawan media online, Bamby Harahap (40), di Jalan Jorlang Hataran, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, yang terjadi pada Sabtu (29/5/2021) lalu.

Selain menangkap 5 pelakunya, polisi juga meringkus dalang aksi pembakaran rumah milik Abdul Lubis (67), yang merupakan Bamby Lubis.

Kelima pelakunya, L (30) warga Kecamatan Siantar Utara, kemudian R (43) warga Jalan Tanah Jawa, Gang Arjuna, Kelurahan Melayu, Siantar Utara; M (34), S (27), F (34), ketiganya warga Jalan Medan, Kelurahan Nagapitu, Siantar Martoba.

Sementara itu, polisi menetapkan UH (31) warga Jalan Tanah Jawa, Gang Puri, Kelurahan Melayu, Siantar Utara, sebagai dalang pembakaran.

Kapolres AKBP Boy SB Siregar mengatakan, motif dari pembakaran rumah ini, gara-gara sakit hati. Persoalannya Bamby Lubis sering menuduhkan para pelaku lewat pemberitaan.

“Ada 12 orang saksi yang dimintai keterangan sehingga kasus ini bisa terungkap. Kalau pelaku berjumlah 8 orang, hanya 2 orang lagi yakni EK, IW statusnya masih DPO,” kata Boy saat press release, Kamis (28/7/2021)sekira jam 16.00 Wib.

Dari pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa, 2 bingkai gorden, sehelai kain gorden yang terbakar, botol plastik air minum, sepasang sandal warna biru, bingkai kaca, mobil Toyota Agya BK 1789 WR dan sepedamotor Yamaha Vixion.

Selain itu, polisi juga mendapat rekaman screenshot pesan WhatsApp milik UH berisi nada ancaman kepada Bamby Lubis.

“Kalau kau masih sayang keluarga mu dan masih mau melihat mereka, tak usah campuri aku, kalau kau tak mau bekawan sama aku,” bunyi isi pesan tersebut.

“Untuk 5 pelaku kami jerat pasal 187 Yo Pasal 55, 56 KUHP. Sedangkan untuk UH dipersangkakan pasal 187 yo pasal 55, 56 atau pasal 335 ayat (1) KUHP tentang perbuatan pembakaran dan pengancaman,” ungkapnya.

Kapolres Boy menambahkan, bahwa antara korban dengan para pelaku sebenarnya sudah ada mediasi dan perdamaian. Namun, kasus pembakaran tersebut tidak serta merta bisa langsung dihentikan.

“Persoalannya kasus pembakaran ini bukanlah delik aduan, dan ditambah lagi 2 orang pelakunya belum tertangkap dan masih buron. Boleh-boleh saja berdamai, tapi ini kasus bukan delik aduan dan bisa dicabut serta-merta walaupun sudah membuat surat permohonan pencabutan pelaporan,” tegas Kapolres Boy. (*)