Heboh 2 Pria Ini Bengis Sewaktu Peras dan Ancam Buruh Bangunan, Pas Ditangkap Polisi, Hilang Premannya

18-6-2019-Preman-Pemeras.jpg

MEDAN, metro24jam.com – Dua pria ini sangat beringas saat memeras dan mengancam para pekerja yang sedang mengerjakan bangunan di Jalan Gaperta Ujung, Tanjung Gusta, Medan Helvetia. Keduanya pun tak segan-segan mengancam dengan senjata tajam ketika permintaanya tak dipenuhi.

Tapi, ketika akan ditangkap polisi, keduanya langsung hilang premannya alias tak bernyali. Terlebih lagi ketika diboyong ke Mapolsek Helvetia, keduanya pun terlihat seperti kucing tersiram air alias loyo.

Informasi yang diterima, kedua pria ini bernama Chandra Pradinata Munthe (32), warga Jalan Sei Wampu Baru, Pasar II, Babura, Medan Baru dan Roy Chandra Mimare Mare (32) warga Jalan Danau Poso, Sei Agul, Medan Barat.

Personel Polsek Helvetia meringkus keduanya saat beraksi di Komplek The Mansion, Jalan Gaperta, Medan Helvetia, Sabtu (15/6/2019) kemarin.

Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni dalam keterangannya melalui Panit Reskrim Iptu Sahri Sebayang mengatakan, aksi kedua preman itu berawal Maret lalu.

Saat itu, keduanya mendatangi pekerja yang sedang membangun ruko di Jalan Gaperta Ujung, Tanjung Gusta, Medan Helvetia. Di sana mereka menemui Samsyar (31) dan para pekerja lainnya yang sedang istirahat. 

Tanpa basa-basi, Chandra Pradinata langsung mengambil sepotong kayu dan memukulkannya ke pintu. Chandra kemudian memarahi para pekerja bangunan karena tidak menyahut panggilannya.

Tak sampai di situ, Chandra kemudian melemparkan kayu yang semula dipegangnya ke arah salah seorang pekerja.

Sembari marah-marah, Chandra Pradinata menanyakan keberadaan mandor bangunan tersebut kepada Samsyar. Namun, pria yang beralamat di Desa Purwodadi, Sunggal, Deliserdang itu tak menjawab pertanyaan Chandra.

Alhasil, Chandra pun semakin marah dan mencekik leher Samsyar dan mengarahkan parangnya ke arah pekerja bangunan itu.

“Di sana pelaku terus marah-marah dan menanyakan semen milik pekerja. Lalu pelapor mengatakan tidak ada semen,” beber Sebayang, Selasa (18/6/2019).

Chandra yang tak percaya kemudian mencari sendiri ke gudang penyimpanan semen para pekerja. Tak butuh waktu lama, Chandra kemudian menemukan semen dan hal itu membuat dia semakin emosi.

“Lalu pelaku Chandra menyuruh rekan pelapor untuk mengambil semen dan menaikkannya ke betor yang sudah disiapkan pelaku Chandra. Karena merasa terancam, rekan pelapor itu menurut dan mengikuti permintaan pelaku,” lanjut Sebayang.

Kejadian itu kemudian dilaporkan Samsyar ke Polsek Helvetia, dengan bukti laporan nomor: LP/182/III/2019/ SU/Polrestabes Medan/SPK Medan Helvetia.

Menindaklanjuti laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Sepak terjang Chandra berakhir ketika dia beraksi di Komplek Perumahan The Mansion Jalan Gaperta, Sabtu (15/6/2019)

“Saat itu pelaku mendatangi perumahan tersebut dan meminta uang pasir. Sementara pihak sekuriti perumahan melarang pelaku masuk. Pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan langsung mengancam sekuriti, ‘Jangan macam-macam, mati nanti kau’,” beber Sebayang menirukan ucapan Chanra kepada sekuriti ketika itu.

Tak berhasil di upaya pertama, Chandra kembali datang bersama temannya bersama temannya Roy Chandra Simaremare. Di sana, keduanya memaki petugas sekuriti dan kembali mengancam.

Merasa terancam, petugas sekuriti itu kemudian menghubungi petugas Polsek Helvetia.

“Mendapat informasi dari sekuriti kita langsung ke lokasi dan mengamankan kedua pelaku. Keduanya memang sempat berupaya lari, namun berhasil kita tangkap. Kita juga mengamankan barang bukti sebilah parang yang digunakan pelaku untuk mengancam,” jelas mantan Panit Reskrim Polsek Sunggal itu.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku sudah empat kali melakukan pemerasan di wilayah hukum Polsek Helvetia.

“Sudah 4 kali mereka beraksi. Jadi warga sudah sangat resah. Kini keduanya kita jerat dengan pasal 368 KUHPidana dengan acaman hukuman 9 tahun,” pungkas Sebayang. (adi)